
BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Selain minuman dawet ayu, Kabupaten Banjarnegara juga memiliki makanan khas lainnya, yaitu buntil. Buntil Banjarnegara berbeda dengan buntil yang biasa dijumpai. Dibuat dari pembungkus daun singkong muda yang mempunyai rasa lebih khas. Buntil ini dijual di pasar dan para penjual yang tersebar di seluruh wilayah dengan harga yang sangat terjangkau.Orang sering menyebut buntil mirip dengan bothok, kukusan yang dibungkus dengan daun pisang. Ini berbeda sebab bothok dibungkus dengan daun pisang yang daun pembungkusnya tidak dapat dimakan sedangkan buntil dibungkus dengan daun singkong muda, daun talas, daun pepaya maupun daun sente yang daun pembungkusnya dapat disantap.Septi Ari, penjual buntil di Pasar Wanadri, Bawang mengatakan, buntil terbuat dari parutan kelapa muda yang dicampur dengan bumbu tertentu misalnya dicampur ikan teri, bawang, cabai, lengkuas, asam, garam, bumbu pedas dan digulung dengan daun pembungkusnya. ”Langganan saya dari berbagai kalangan. Banyak orang perantauan yang memesan,” katanya.
Di Banjarnegara buntil disajikan dengan nasi ataupun nasi jagung, keripik teri, juhi, dan petai. Ada dua macam jenis buntil yang bisa dinikmati. Buntil kering atau Buntil Lilin, lalu ada yang berkuah dari santan, sedikit pedas lengkap dengan cabai rawit utuh, namanya Buntil Kambang.
Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno mengatakan, makanan buntil terkenal di luar negeri. Bahkan saking terkenalnya makanan buntil, konon di daerah Laut Tengah seperti Yunani dan Turki dikenal pula makanan semacam buntil dengan pembungkus daun anggur muda dan diisi dengan nasi, jadi walaupun namaya agak norak ternyata makanan ini juga di kenal di luar negeri (ruhito).
Sumber: https://wordpress.com/block-editor/post/alfina.travel.blog/44